Showing posts with label Sosialita. Show all posts
Showing posts with label Sosialita. Show all posts

Saturday, August 11, 2012

Waktunya Pulang

mudik+pulang+kampung
Mudik (gustaf.web.id)
Tinggal beberapa jam lagi, barang bawaan belum dipacking, bahkan apa yang mau dibawa juga belum jelas, beberapa titipan juga belum dapet. Aku bener-bener belum siap buat pulang. Ditambah lagi urusan-urusan disini yang belum terselesein. Inilah, itulah, onolah, macem-macem. Emang sih, semuanya tetep aja asal-muasal semua urusan inilah, itulah, onolah aku sendiri yang munculin, tapi sialnya aku gak bisa dengan mudah nyelesein semuanya. Jadilah pulang kali ini dengan sesuatu yang tertunda, kayak maen, jalan-jalan ketempat yang menyenangkan tapi perut mules pengen boker, dan gak ada WC. 


kumpul+keluarga
Kumpul Keluarga
Tapi apapun itu, tiket udah di tangan, dan lebaran udah deket. Lebaran gak bisa ditunda, pulang ya mesti tetep pulang. Show must go on, gitu orang seberang bilang. 
Terlepas dari semua hal yang tertunda dan tertinggal disini, tetep aja kumpul keluarga, ketemu temen lama, ketemu keponakan yang tau-tau udah gede dan lucu-lucu, adalah anugerah yang udah semestinya disyukuri. 

So? Sekarang waktunya beres-beres kamar yang bakal ditinggal kurang lebih dua minggu. Waktunya milih and milah barang apa ja yang mau dibawa pulang. 
Pulang, pulang, pulang..  :-)

Tuesday, July 31, 2012

Ketika Wabah "Kapan Lulus??" Menyerang

pertanyaan+kapan+lulus?
" Kapan lulus?" 
Akhir-akhir ini pertanyaan ini seolah jadi trending topic. Temen nge-chat di Facebook, temen lama ketemu di jalan, temen dari jurusan lain, temen dari Universitas lain, ngasih pertanyaan yang sama, "Kapan lulus?" Ah, gak ada pertanyaan lain apa? Gak kreatif ih mereka. Nanti pulang ke rumah, paman, bibi, pakde, bude, tetangga sebelah, mungkin akan punya pertanyaan yang sama, "Kapan lulus?" Kalo udah kayak gini, aku cuma bisa nyengir aja --maksud hati sih senyum, apa daya yang terjadi malah nyengir, hehe-- berharap mereka lupa akan pertanyaan mereka dan aku gak perlu ngasih jawaban. Kadang-kadang cara ini ampuh juga, tapi seringnya sih enggak. 

Jujur aja, buat aku pertanyaan ini susah banget dijawab. Gila aja boy, mereka tanya tentang masa depan. Mana bisa aku ngasih jawaban, dikira aku Tuhan apa. *hahaha..Lebay gak sih? Tapi bener lah ya, sesuatu yang belum terjadi kan masa depan namanya. Masa depan kan cuma Tuhan yang tau, masa' aku mau ngedahuluin Tuhan. Lha, bisa kualat nanti aku..

Monday, March 12, 2012

Ketika Barat dan Timur Menyatu

delapan+penjuru+mata+angin
Arah mata angin. Source : google.com
       Disini saya bukan membicarakan tentang arah angin yang konon ada delapan arah atau lebih sering disebut sebagai delapan penjuru mata angin, bukan pula tentang dua kebudayaan besar : budaya barat dan budaya timur, dan bukan pula tentang dua hal yang berbeda kemudian menyatu dan berbentuk hati seperti nampak pada gambar di bawah ini, hahaha  :-D . Sekali lagi bukan.
barat-timur-menyatu
Source : Google.com
       Disini saya hanya ingin menanggapi dan sedikit berimajinasi tentang wacana penyatuan zona waktu di Indonesia, yang sekarang masih tiga zona waktu : Waktu Indonesia bagian Barat (WIB), bagian tengah (WITA), dan bagian timur (WIT) menjadi Waktu Indonesia saja, dimana yang menjadi patokannya adalah Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA). Sudah dengar kan beritanya?? Jika belum bisa baca disini. Konon, penyatuan zona waktu ini bertujuan untuk menyeragamkan waktu kerja sehingga diharapkan akan terjadi peningkatan efisiensi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, jika tidak salah seperti itu.

Monday, January 30, 2012

[Work Trainee Report] Kejamnya Ibu Kota #2

Cerita sebelumnya
       Sesuai skenario awal, agar tak terjebak macet esok hari kami mencari tempat istirahat tetap di dalam areal bandara, karena banyak juga orang atau penumpang yang seolah telah bersiap tidur di emperan bandara kami pun terprovokasi. Sepanjang emperan bandara kami mencari space yang masih sepi. Yups, kami dapat satu. Disinilah kami akan berperan sebagai gembel, yah cukuplah satu malam saja. Tragis.
ngegembel-di-soekarno-hatta
Hahahaha....kasian.
        Untuk meningkatkan efisiensi keamanan, salah satu rencana kami adalah dengan bermain poker hingga batas maksimal. Biasanya klo sudah bermain poker kuatlah sampe pagi. Tapi kali ini berbeda karena kami hanya bermain bertiga, vian hanya berani main sebentar saja. Hahahaha...ternyata kami berhasil menarik perhatian tiap orang yang lewat, mungkin mereka berfikir, "ngapain ni orang maen kartu di bandara". Kami cuek-kebo saja.

[Work Trainee Report] Kejamnya Ibu Kota #1

Masih 27 Januari 2012  21:05
        Melanjutkan cerita kemaren. Akhirnya kami -masih aku, eri, vian, dan andri- landing dengan selamat di bandara Soekarno-Hatta. Nah, inilah untuk pertama kali aku merasakan kejamnya Ibu kota. Jika sebelumnya aku hanya mendengar kabar angin dan melihat dari televisi akan kejamnya Ibu kota, kini aku merasakan dan melihat sendiri kerasnya Jakarta. Hmm..benar-benar, Ibu kota memang lebih kejam dari ibu tetangga, *lhoh.
      
di-bandara-soekarno-hatta
aku, andri, dan eri sesampainya di bandara
Setibanya di bandara, kami sedikit merasa bingung yang sangat dipaksakan, "kami termasuk penumpang yang transit gak ya?? Kita kan melanjutkan penerbangan dengan pesawat yang sama. Ya walaupun masih sekitar 10 jam lagi. Transit bukan ya??" Finally, kami tidak menuju ruang transit dan langsung menuju ruang yang diperuntukkan sebagai mushola. Ke kamar mandi, sholat, poto-poto, dan keluar.

Saturday, December 31, 2011

[Rekomendasi] Tempat dan Acara Pergantian Tahun Baru

tahun+baru-happy+new+year
         Sudah menjadi tradisi di seluruh dunia untuk melakukan perayaan di malam pergantian tahun baru. Seolah-olah merayakan pergantian malam tahun baru adalah satu hal yang sangat penting untuk dilewatkan. Begitu juga di negeri kita ini. Namun jangan salah, tak sedikit pula orang-orang yang menganggap biasa saja atau setidaknya tidak begitu "wah" dengan moment pergantian tahun baru.

            Banyak cara untuk merayakan pergantian tahun baru ini, ada yang memanfaatkan moment tahun baru untuk berlibur bersama keluarga menuju tempat-tempat wisata, pergi ke pantai, ke puncak, dan lain sebagainya. Sehingga tak jarang, jalanan penuh-riuh oleh kendaraan dan tak jarang pula kemacetan terjadi berjam-jam. Apes bagi mereka yang terjebak dalam kemacetan. Ada juga yang merayakan pergantian tahun baru dengan berkumpul di rumah saudara atau teman dirangkai dengan acara masak dan makan bersama, tiup terompet bersama ; bersenang-senang.

Monday, March 21, 2011

Jikalau kita

kehidupan-desa
"Jika kita hendak memuliakan bangsa dan nusa, baiklah kita menyempurnakan terlebih dahulu mereka yang berjuta-juta di desa-desa itu. Selama mereka belum hidup sempurna, belumlah kita berhak menamakan diri kita sebagai anak Indonesia."


Dr. Soetomo, " Kenang-kenangan Dr. Soetomo"