Saturday, June 25, 2011

#1

perjalanan-panjang-hidup


Mungkin jalanan beronak ini masih panjang dan terus berduri. Saya tahu, saya akan terus berjalan. Tapi yang saya takutkan bukan jalan ini, bukan pula onak-durinya atau semak-belukarnya.
jalan-panjang-bersemak-berduri
Yang saya takutkan, bila ternyata bukan saya yang terus berjalan. Melainkan waktu. Dan saya tidak bergerak kemana-mana.

Hanya terdiam memandangi waktu yang terus melaju. "Saya sedang bergerak" begitu pikir saya, ternyata bukan.

Saya takut.

Thursday, June 2, 2011

Lagu ya..ya...ya....ya... (Tipe-X)



Gak tau kenapa, setelah lama gak posting di blog, hari ini tiba-tiba pengen posting lagu ini. Hmm,,,sebenernya ide buat posting lagu ini muncul tadi sore dan ternyata baru sempet connect malem ini. 
Kenapa lagu ini?? Hmm...gak tau juga, kayaknya enak aja didengernya ( gak percaya, dengerin aja..!!), ya walaupun sebenernya --harus saya akui-- saya nge-fans juga sama lagu-lagu Tipe-X, asyik punya euy. 
Jangan ragu, jangan gelisah..// wa..ya..ya..ya.. Nyanyikan lagu cinta // wa..ya..ya..ya.. tembangkan kedamaian...

Tuesday, April 19, 2011

Purnama Selalu Mempesona

Senin, 18 April 2011     ---Balkon Sendowo 110B

bulan-purnama
     Sepertinya malam ini (dan kemarin) merupakan pertengahan bulan dalam perhitungan kalender jawa atau juga kalender Hijriah. Maklumlah saya tidak begitu hafal perhitungannya. Saya hanya menebaknya dari melihat kenampakan bulan malam ini. Bulannya bulat dan besar. Bulan seperti ini, biasanya muncul di pertengahan bulan pada perhitungan kalender Hijriah dan kalender jawa. 
     Sejak saya kecil, saya memang akrab dengan malam.

Monday, March 21, 2011

Jikalau kita

kehidupan-desa
"Jika kita hendak memuliakan bangsa dan nusa, baiklah kita menyempurnakan terlebih dahulu mereka yang berjuta-juta di desa-desa itu. Selama mereka belum hidup sempurna, belumlah kita berhak menamakan diri kita sebagai anak Indonesia."


Dr. Soetomo, " Kenang-kenangan Dr. Soetomo"

Tuesday, February 15, 2011

Terima Kasih untuk Cinta

Cinta
********
Jika memilikimu adalah sebuah mimpi maka aku akan merelakan seluruh hidupku untuk terus bermimpi. Tak inginku terjaga. Engkau mengajariku bahagia, tertawa juga duka. Kau membuatku merasa berharga, menuntunku bijaksana. Dalam luka kau  beri warna, bijaksana. Inginku kugadaikan diriku, untuk menebus kebahagian bagimu. Engkau wanita terhebat, bidadari bijak. Tak mampu ku melihatmu menangis, remuk redam hatiku.
**********
Terima kasih untuk warna, tawa, duka, luka dan suka. Terima kasih untuk semua. Terima kasih untuk cinta.
**********
Kini berbahagialah bersamanya. Selamat Menempuh Hidup dan Lembaran Baru. Bahagialah selalu.

Tuesday, February 8, 2011

Buat Apa Sekolah ??? (part #2)

buat-apa-sekolah
Meneruskan tulisanku tempo hari,  Buat Apa Sekolah?? part #1,
"Pendidikan bukanlah transfer ilmu pengetahuan semata, melainkan pembentukan manusia seutuhnya"
      Seingatku begitulah, kurang-lebih, yang disampaikan seorang bapak tua kepadaku dan puluhan kawanku dalam kuliah perdana Fisika Dasar I. Aku yang saat itu masih mahasiswa baru, langsung terkesima dengan pernyataan Prof. Ir. Wahyudi Budi Sediawan, SU., Ph.D tersebut.

Monday, January 31, 2011

Buat Apa Sekolah???

"buat apa ya sekolah??"
         Sebenernya sekolah itu buat apa ya?? Cari ilmu. Ya, memang benar, esensi dari sekolah adalah menuntut ilmu. Tapi untuk masyarakat Indonesia sekarang ini, jawaban itu hanyalah sekedar jawaban kamuflase saja. Coba saja kita tanya ke tetangga atau bahkan diri kita sendiri, sebenernya untuk apa sekolah itu?? Pasti sebagian besar dari kita menjawab,"biar mudah dong cari kerjanya" atau jawabannya yang lebih halus," untuk meningkatkan taraf hidup dan mendapat kehidupan yang lebih baik". Jawaban yang kedua ini sudah cukup tepat karena esensi dari menuntut ilmu adalah untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Namun sayang, makna dari jawaban yang kedua tersebut telah tereduksi sedemikian rupa, sehingga makna dan implementasinya sama dengan jawaban yang pertama.
      Demikianlah yang banyak tertanam pada hati para pelajar di negeri ini, sehingga tidak jarang sekolah hanya menjadi ajang untuk mendapatkan ijazah.